Welcome to S.H.E Indonesia Fansclub!
 
HomePortalCalendarFAQSearchMemberlistRegisterLog in

Share | 
 

 S.H.E ~ Walk as they learn

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
iin_chen

avatar


PostSubject: S.H.E ~ Walk as they learn   Tue Jan 26, 2010 9:51 pm


Source & URL: http://ent.sinchew-i.com/node/19097
Translation:

S.H.E – Walk As They Learn



Despite being in the entertainment industry for 8 years, S.H.E is still the renowned No.1 female pop group in the Chinese music scene. Over the years, many female groups have risen and fallen, yet none could even come close to their position.
Meskipun telah berkarir di dunia entertainment selama 8 tahun, S.H.E masih tetap menjadi group cewek no. 1 di dunia musik mandarin. Selama beberapa tahun ini, banyak group cewek yang bermunculan dan juga menghilang, akan tetapi masih belum ada yang bisa mendekati posisi mereka.

S.H.E’s success is not due to the image packaging of their record company. Rather it is because they have been very honest and sincere to present their true selves before others, and totally shed off the “shackles” of being a pop idol. Like all girls of their age, the trio also looks forward to meeting their respective Mr. Right, falling in love, and settling down to start a family… To the trio, these phases are just part and parcel of Life, and not burdens of being an idol.
Kesuksesan S.H.E bukanlah disebabkan oleh image yang diciptakan oleh perusahaan rekaman mereka, melainkan lebih dikarenakan sifat mereka yang jujur dan tulus dalam menunjukkan diri mereka sendiri kepada publik, dan juga mereka sama sekali tidak terikat oleh status sebagai artis idola. Seperi gadis-gadis lain seumur mereka, ketiganya juga sangat berharap dapat bertemu dengan Mr. Right mereka, jatuh cinta, dan memulai berkeluarga... Bagi mereka, tahap-tahap ini sudah seperti bagian dari kehidupan, dan bukan beban sebagai seorang idola.

Three non-related persons are brought together because of Love and Fate. And because of Love, the three strangers grew to become an entity together, to radiate a glow and charisma that is beyond words.
Tiga orang yang sama sekali tidak saling mengenal dipertemukan oleh cinta dan takdir. Dan karena cinta, tiga orang asing tumbuh menjadi sebuah kesatuan, untuk memancarkan cahaya dan karisma yang tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata.

Over the years, there were many incidents which they attributed to Fate, and would always do their best regardless the challenges. Even if the process might not always be smooth-sailing, they would choose to face it with a smile and to adopt an optimistic outlook and not overly compel for certain results which might cause unhappiness.
Selama beberapa tahun ini, banyak hal yang terjadi karena takdir menghendaki demikian, dan mereka selalu melakukan yang terbaik untuk menghadapinya, tidak peduli apapun halangannya. Bahkan meskipun prosesnya tidak selalu berjalan mulus, mereka tetap memilih untuk menghadapinya dengan senyum dan pandangan optimis, dan tidak terlalu memikirkan berbagai kemungkinan buruk yang dapat menyebabkan kesedihan.

They are grateful and appreciative for all they have had. To be able to happily hold a concert, to sing for fans who love S.H.E, to be able to buy a house for their family etc, these are what matters most and considered most blissful to the trio. If they have to name any regrets to date, it would probably be the lack of Mr Right, and to settle down to have their own families. S.H.E felt that if they are able to own these as well, their life would be complete and most fulfilling!
Mereka sangat berterimakasih dan menghargai apa yang telah mereka miliki. Dapat menggelar konser, menyanyi untuk fans-fans yang mencintai S.H.E, dapat membeli rumah untuk keluarga mereka, dll.. hal-hal inilah yang paling mereka pikirkan dan juga paling membuat mereka bahagia. Bila mereka harus menyebutkan sesuatu yang mereka sesali hingga saat ini, mungkin itu adalah kenyataan bahwa mereka belum menemukan Mr. Right dan membangun keluarga mereka sendiri. S.H.E merasa bila mereka juga bisa memiliki hal-hal ini, hidup mereka akan benar-benar lengkap dan sempurna!

To be contented, this is S.H.E!

To Remain True to Oneself, Regardless of Age

From the early days where the three girls of barely 20 years old come together to now, as they matured over the years, the trio has started to exude a fair lady’s femininity. Selina said, everyone is no longer a little girl, and would need to carry themselves with a more mature disposition. Amongst themselves, the trio would occasionally still behave childishly but they do not actually mind. They felt that age should never be an obstacle to being true to oneself. Even if they would be in their 30s in future, S.H.E will always be the S.H.E they have been.
Diawali dari hari-hari dimana mereka bahkan belum berusia 20 tahun sampai sekarang, mereka sudah bertumbuh dewasa, ketiganya mulai memancarkan sisi feminin seorang wanita. Selina berkata, "Kami sudah bukan lagi gadis kecil, dan perlu membawa diri dengan sikap lebih dewasa." Diantara mereka sendiri, terkadang mereka masih bersikap seperti anak-anak, tapi mereka tidak mempedulikan itu. Mereka merasa bahwa usia tidak seharusnya menjadi halangan untuk bersikap jujur kepada diri sendiri. Bahkan bila mereka telah mencapai usia 30-an nanti, S.H.E akan selalu menjadi S.H.E yang sama.

Nonetheless as one matures, and learns more, troubles would seem to grow too. Hence the trio has learnt to take things more easily. Selina said sentimentally, “Life is really interesting. Heavens seemed to have arranged everything, and we have studied well to prepare for it. Now that we have come to a certain stage of our Life, the experience feels just right.”
Bagaimanapun juga, sejaan dengan bertambah dewasanya seseorang, hal-hal yang dipelajari juga semakin banyak, dan masalah-masalah juga seakan-akan terus bertambah. Karena itu mereka sudah belajar untuk menjalani hidup dengan lebih santai. Dengan sentimental Selina berkata, "Hidup ini sangat menarik. Tuhan sepertinya sudah merencanakan segalanya, dan kami sudah belajar untuk menghadapinya. Sekarang ketika kami tiba di suatu tahap tertentu dalam hidup kami, rasanya segala sesuatu berjalan sesuai rencana."

The trio felt that Life is about ceaseless learning. There are always opportunities for learning different things at different phases of one’s Life. For instance, their next lesson would be to learn how to manage their family life, or even how to interact with their husbands, their children etc. All of which are very important lessons in Life.
Ketiganya merasa bahwa hidup ini adalah proses belajar yang tanpa batas. Kesempatan untuk belajar hal-hal baru akan selalu ada di tahap-tahap yang berbeda dalam kehidupan seseorang. Contohnya, pelajaran berikutnya bagi mereka adalah untuk belajar bagaimana caranya mengatur kehidupan keluarga mereka, bagaimana mereka berinteraksi dengan suami dan anak-anak mereka. Semuanya adalah pelajaran yang sangat berharga dalam kehidupan.

Many of their friends have already settled down and started a family. At their age, if fate should arrive, they would also not resist getting married. The trio would often discuss about this amongst themselves, such as if they are able to get accustomed to living with another person under the same roof.
Banyak teman-teman mereka yang sudah mulai berkeluarga. Pada usia mereka, jika takdir sudah tiba, mereka juga tidak akan menolak jika harus menikah. Bahkan mereka sering berdiskusi, apakah mereka akan bisa membiasakan diri untuk hidup bersama orang lain di rumah yang sama.

Ella also devised a set of “Perfect Theory” of her own. “We need not stipulate on how our husbands might look, or what criteria they would need to satisfy. Because the one you eventually meet will never be the one you imagined him to be. But what is most important is that your interaction with that special person is perfect. You get accustomed to his living habits, and in turn, he enjoys your way of life. When this happens, I feel that this is the right time for both parties to get married! Perhaps, one would never have a perfect husband, but there will always be a perfect way of being together. And that encompasses mutual respect, giving and tolerance.”
Ella juga mengemukakan "Teori Sempurna" miliknya. "Kita tidak perlu menetapkan bagaimana penampilan fisik suami-suami kita, atau kriteria-kriteria yang harus mereka miliki. Karena orang yang kamu temukan nanti tidak akan sesuai dengan bayangan kamu selama ini. Akan tetapi, yang paing penting adalah interaksi kamu dengan si orang sempurna itu harus sempurna. Kamu terbiasa dengan kebiasaanya, dan sebaliknya, dia juga menikmati cara kamu menjalankan hidup. Ketika ini terjadi, aku merasa inilah saat yang tepat bagi kedua pihak untuk menikah! Mungkin, seseorang tidak akan pernah mendapatkan suami yang sempurna, akan tetapi pasti selalu ada jalan agar kalian bisa menjadi sempurna ketika bersama. Dan hal itu membutuhkan rasa saling menghormati, saling memberi, dan juga toleransi."

Funny Episodes When Being a Babysitter

Although Selina is the one who wishes to settle down and start a family soonest, she is in fact, very afraid of children. She felt that looking after children would be a tall order for her. Meanwhile, Ella, who is very fond of little babies, volunteered, “When Selina give birth, I can be her babysitter nanny and look after her children for her!”
Meskipun Selina adalah yang paling berharap untuk segera berkeluarga, kenyataannya, ia sangatlah takut anak-anak. Ia merasa menjaga anak kecil adalah hal yang sulit. Sementara itu, Ella yang sangat suka bayi, mengajukan diri untuk membantu, "Ketika Selina melahirkan, aku bisa menjadi babysitter dan menjaga bayinya!"

When Ella was still schooling at the vocational school, she once became a babysitter to look after a baby, shortly after her eldest sister gave birth. Despite her claims of being a “professional” babysitter who love children, Ella actually had a handful of funny episodes while taking care of the little baby. For instance, once she overslept and forgot to feed the baby. Subsequently she was awoken by the baby’s cries and immediately dashed to the kitchen to prepare the milk. However she suddenly got very dizzy. By the time she regained consciousness, Ella felt a painful bump on her forehead. It was only then that she realized that she really blackout earlier. “The most unlucky thing is that the floor was covered with carpet, all except the spot where I bumped my head onto…” There was also once when she was too engrossed watching a television programme and the child who had just recently learnt to crawl, fell off the bed and ended up wailing aloud. She hastily carried the baby to comfort him and his mother ran out from the kitchen to carry the baby. She had such a fright then that her whole body felt weak and she fainted.
Ketika Ella masih sekolah di sekolah kejuruan, ia pernah menjadi babysitter, ketika kakak tertuanya baru melahirkan. Diluar pengakuannya sebagai babysitter "profesional" yang mencintai anak-anak, sebenarnya Ella mempunyai beberapa pengalaman lucu ketika sedang menjaga bayi. Contohnya, suatu kali ia tertidur dan lupa memberi makan si bayi. Beberapa saat kemudia ia dibangunkan oleh suara tangis bayi dan dia langsung lari ke dapur untuk membuatkan susu. Akan tetapi, tiba-tiba ia merasa pusing. Ketika ia sadar kembali, Ella merasa dahinya sangat sakit. Saat itulah ia menyadari kalau barusan ia pingsan. "Hal yang paling tidak menguntungkan adalah lantainya dilapisi karpet. Seluruh lantai dilapisi karpet, kecuali bagian dimana kepalaku terantuk..." Selain itu juga ada suatu kali, ia terlalu asyik menonton televisi dan si anak yang baru belajar merangkak terjatuh dari ranjang dan menangis keras. Ia langsung menggendong anak itu untuk menenangkannya dan ibunya lari keluar dari dapur untuk menengok anaknya. Ella merasa sangat ketakutan sampai-sampai ia merasa badannya lemas dan akhirnya ia jatuh pingsan.

Hearing the incidents from Ella’s babysitting history, Selina and Hebe had looks of fear. Selina posed her doubts, “Then how are you going to help look after my children in future?” In response, Ella rebutted, “My health was no good then!” But Selina was still apprehensive, “You can just pop over to visit my children instead.” Ella immediately changed into a pleading expression, “Let me help you baby-sit them! I really know how to baby-sit them!” She further patted her chest to promise, if she should really baby-sit Selina’s children, she would even re-schedule all her evening work to fully concentrate on being a worthy and responsible babysitter.
Mendengar sejarah Ella sewaktu menjadi babysitter, Selina dan Hebe terlihat ketakutan. Selina mengungkapkan keraguannya, "Terus gimana caranya kamu bakal merawat anakku nanti?" Sebagai jawaban, Ella berkata, "Waktu itu aku sedang tidak sehat!" Akan tetapi Selina tetap khawatir, "Kalau begitu, nanti kamu datang mengunjungi anakku saja, tidak perlu menjaganya." Ella langsung memasang tampang memelas, "Ayolah, biarkan aku menjaga mereka! Aku benar-benar tahu caranya menjaga anak kecil!" Kemudian ia berjanji, bila ia benar-benar mendapat kesempatan menjaga anak-anak Selina, ia akan menjadwal ulang pekerjaannya di sore hari sehingga bisa berkonsentrasi penuh menjadi babysitter yang bertanggungjawab dan terpercaya.

Does Not Overstep Boundaries in Romance-Relationships

Although members of S.H.E are close to each other, they clarified that they are individuals when it comes to romance-relationship issues. As such, they would speak and act with discretion, and not overstep their boundaries, to avoid hurting each others’ feelings.
Meskipun para personel S.H.E sangatlah dekat satu sama lain, mereka mengklarifikasi bahwa mereka adalah perorangan ketika tiba di masalah percintaan. Dengan demikian, mereka akan berbicara dan bertindak dengan bijaksana dan tidak melewati batas, untuk menghindari melukai perasaan satu sama lain.

Selina shared that each individual will have their own lives and there is no need to interfere too much into each other’s life. “Because you’ll never know if it is right or wrong to intervene in one way or another. There is no need to take such a risk. Each individual will have his / her own good luck, life and fate. So we’ll leave it to each of us to live our own lives in this aspect.”
Selina berkata bahwa setiap orang mempunyai kehidupannya masing-masing dan mereka sama sekali tidak perlu mencampuri kehidupan yang lain terlalu banyak. "Karena kamu tidak akan pernah tahu apakah mencampuri urusan orang tersebut itu adalah keputusan yang benar atau salah. Sama sekali tidak perlu mengambil resiko itu. Setiap individu mempunyai nasib baik, kehidupan, dan takdirnya masing-masing. Jadi kami akan membiarkan diri kami masing-masing untuk menentukan hidup kami sendiri dalam hal ini."

But of course, being friends, they would also be responsible to play a “reminder” role to each other. As to whether the other party listens or not, it would be another matter. Hebe said, “If you know and kept mum, you would never feel at ease!”
Tetapi tentu saja, sebagai teman, mereka juga bertanggungjawab untuk bertindak sebagai "pengingat" bagi satu sama lain. Apakah pihak yang dinasehati mau mendengarkan atau tidak, itu urusan lain. Hebe berkata, "Jika kamu tahu dan tetap tutup mulut, perasaanmu pasti tidak enak!"

Nobody Dares to Wed Before Selina

Amongst the trio, Selina has been acknowledged to be the one who would “get married the quickest”. Ella exclaimed, “Nobody dares to wed before her! If I am to get married today, I would have to arrange after her wedding slot.” Meanwhile Selina is certain that her two group-mates are the ideal candidates to be her bridesmaids. “If they get married before me, they cannot be my bridesmaids!” Hearing this, Ella and Hebe teased, “Her mind power is really formidable! Thus everyone would assume that she will be the first to get married! Since the day she was born, she has been thinking about getting married!” To this, Selina also shared openly on her wishes to get married, “It has always been my wish to get married quickly!” She joked since the day she has learnt of the story of the Princess and Prince, she has been wanting to be that Princess.
Diantara mereka bertiga, sudah menjadi rahasia umum kalau Selina lah yang paling ingin "menikah lebih dulu". Ella menegaskan, "Tidak ada yang berani menikah sebelum dia! Jika aku harus menikah hari ini, aku pasti harus mengaturnya supaya pernikahanku diselenggarakan setelah pernikahannya." Sementara itu Selina yakin kalau kedua teman segroup-nya adalah calon ideal untuk menjadi pengiring pengantinnya. "Kalau mereka menikah sebelum aku, mereka tidak bisa menjadi pengiring pengantinku!" Mendengar ini, Ella dan Hebe mengejeknya, "Kekuatan pikirannya benar-benar tidak bisa dikalahkan! Karena itu semua orang beranggapan kalau dia akan menjadi yang pertama menikah! Sejak hari pertama ia dilahirkan, dia sudah berpikir untuk menikah!" Menanggapi hal ini, Selina dengan terbuka mengungkapkan harapannya untuk menikah, "Cepat-cepat menikah memang selalu menjadi impianku!" Dia bercanda bahwa sejak dia mengetahui certia tentang Putri dan Pangeran, ia selalu menanti-nanti saat dimana ia bisa menjadi seorang Putri.

Selina’s ideal age to wed is 28 years old and she hopes to give birth by 30 years old. As such, she is a little disappointed now, “I am already 28 years old! I am running short of time!” Hebe and Ella immediately consoled her, “Fret not. You have one full year to be 28 years old! You would still be 28 years old as long as you get married before 30 October! Laopo, go! Laopo, strive hard! You will definitely be on time!” Hearing this, Selina is full of gratitude, “If I can get married at 28 years old, my life will be so fulfilled!” Seeing how hilarious her “good sisters” look, trying to focus their mind power to make her wish come true, she burst into laughter, “Just what do you girls think you are doing!”
Usia ideal Selina untuk menikah adalah 28 tahun dan ia berharap dapat melahirkan sebelum usia 30 tahun. Karena itu, sekarang ia agak kecewa, "Sekarang aku sudah 28 tahun! Waktuku tidak banyak lagi!" Hebe dan Ella langsung menghiburnya, "Kamu khawatir apa. Kamu punya waktu satu tahun penuh untuk berusia 28 tahun! Kamu akan tetap berusia 28 tahun asalkan kamu menikah sebelum tanggal 30 Oktober! Laopo, semangat! Laopo, berjuang! Kamu pasti bisa menikah tepat waktu!" Mendengar ini, Selina merasa sangat berterimakasih, "Kalau aku bisa menikah di usia 28 tahun, hidupku akan benar-benar sempurna!" Melihat bagaimana kedua saudaranya begitu bersemangat berusaha membantunya mewujudkan impian, tawa Selina meledak, "Lihat apa yang sedang kalian lakukan!"

To Continue Showbiz Venture After Giving Birth

The media asked about S.H.E’s standing and ability to continue within the showbiz industry after Selina has given birth.
Media menanyakan tentang kemampuan S.H.E untuk berahan di dunia hiburan setelah Selina mempunyai anak.

In response, Ella had a “why can’t we” expression and said, “Even Mayday members have settled down and started families of their own, why can’t we establish the same? Dee Hsu (Xiao S) has also given birth and she is still a celebrity!” Ella further added that when Selina takes a break to give birth, Hebe and her will continue to go about with S.H.E’s promotion activities, “Just like when I was injured, the two of them were still doing the publicity activities!”
Sebagai jawaban, Ella memasang ekspresi "mengapa-kami-tidak-bisa" dan berkata, "Bahkan para personel Mayday sudah berkeluarga, mengapa kami tidak bisa melakukan hal yang sama? Xiao S juga sudah mempunyai anak dan dia masih menjadi artis!" Ella menambahkan, ketika Selina mengambil cuti untuk melahirkan, Hebe dan dirinya akan terus melakukan kegiatan-kegiatan S.H.E, "Seperti ketika aku terluka, mereka berdua juga tetap melakukan kegiatan-kegiatan kami!"

But one would need a break of 10 months to give birth to a child. To this, Hebe said thoughtfully, “She will take a break for the first 3 months for her pregnancy to stabilize. From the 4th month onwards, she can continue to work. 2 months before her expected due date, she can start taking a break again. Rest assured that we’ve everything worked out!”
Tetapi seseorang membutuhkan waktu 10 bulan istirahat ketika melahirkan. Menanggapi hal ini, Hebe berkata dengan bijak, "Ia akan beristirahat selama 3 bulan pertama kehamilannya supaya kandungannya stabil. Mulai bulan ke-4 dan seterusnya, ia bisa lanjut bekerja. 2 bulan sebelum jadwal melahirkan, ia bisa beristirahat lagi. Tenang saja, kami pasti bisa mengatasi semuanya dengan baik!"

However Fate is unexpected. What if Hebe and Ella’s love should come before Selina, would they purposely postpone their wedding just to accommodate Selina? Hebe and Ella chorused to say no. And Selina joked, “I would give them my blessings, but hide and cry in secret!”
Akan tetapi, nasib seseorang tidak bisa diduga. Bagaimana jika pasangan hidup Hebe dan Ella muncul sebelum Selina, apakah mereka akan sengaja menunda pernikahan mereka demi Selina? Hebe dan Ella serempak berkata tidak. Selina juga bercanda, "Aku akan merestui mereka, tetapi lalu sembunyi dan menangis diam-diam!"

While Selina is dying to get married, Ren-papa wish for her to only get married after 30 years old. Despite being the youngest, Hebe’s mother has been urging her to get married soon. On the other hand, Ella is the luckiest, as since young till now, her parents never had to worry about her getting a boyfriend or asked after when she intends to settle down.
Sementara Selina mati-matian ingin menikah, Ren-papa berharap ia baru menikah setelah usianya 30 tahun. Meskipun usianya paling muda, ibu Hebe sudah menyuruhnya untuk segera menikah. Di sisi lain, Ella adalah yang paling beruntung, sejak dulu sampai sekarang, orangtuanya tidak pernah khawatir menyuruhnya mencari pacar atau menanyakan kapan ia berniat mulai berkeluarga.


S.H.E的成功,是因为她们一直以来都非常诚实,在大家面前呈现出属於她们原来的那一面,完全跳脱出“偶像枷锁”。(图:星洲日报)
S.H.E’s success is attributed to their honesty and sincerity to always show their true selves, and not be tied down by the “shackles” of being an idol.


她们感恩於现在所拥有的一切,唯一的遗憾,应该就只缺个好老公。(图:星洲日报)
The trio is grateful to all that they have had. Their only regret is the lack of a Mr Right.


当年3个不满20岁的青涩小女生,随著年龄的增长,近年也开始散发出熟女味道了。(图:星洲日报)
Started out in the entertainment industry before they were 20 years old, the trio has grown to exude "Fair Lady” femininity and charms now.


Ella不认为会有完美的丈夫,但却绝对有完美的相处。(图:星洲日报)
Ella does not believe in finding the “perfect husband” but there is definitely a “perfection way of life to interaction”.

~~ End of Translation ~~




Indonesian Translation: starrynite @ S.H.E IFC
Back to top Go down
starrynite

avatar


PostSubject: Re: S.H.E ~ Walk as they learn   Wed Jan 27, 2010 12:42 am

news translated Very Happy

news nya bagus banget, lucu sekaligus mengharukan.. hehehe..
kelihatan mereka udah tambah dewasa ^^
Back to top Go down
iin_chen

avatar


PostSubject: Re: S.H.E ~ Walk as they learn   Wed Jan 27, 2010 7:34 am

Hahaha.. hebat. TOP MARKOTOP bu stella Smile)
lucu banget kalo saling jaga anaknya..
Hebe jg dah pikir jauh juga sampe menjadwal jadwal hamil Selina hehehe..
kita doain aja mereka dapat pasangan yang terbaik dari Tuhan...
sehingga tetep bisa exist di dunia musik Very Happy


Back to top Go down
ximei

avatar


PostSubject: Re: S.H.E ~ Walk as they learn   Wed Jan 27, 2010 12:42 pm

TELLAAAAAAAA!!!!! MU MU MU MUAAAAAHHH!!!! huahahaha tuh gw beri kecupan sayaaang,,nyiahahaha thnks banget bos transletannya,, mantep!!! ngomong2 ini berita diambil kapan? sbelum press con di malay apa sesudah itu?? --- ngomong2 artikel ini baca judulnya learn as they walk.....MAMAAAAAA kata2 penuh makna banget!!! ngomong2 byi selina mungkin gk ya mrip hebe atau ella??nyiahaha
Back to top Go down
Sponsored content




PostSubject: Re: S.H.E ~ Walk as they learn   

Back to top Go down
 
S.H.E ~ Walk as they learn
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Walk for Haiti - April 5th & 10th
» Help The Earth (Not A walk)
» What language should i learn after english language?
» CFE Tutorial for the Learn to Build
» When will you learn Chattem?

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
S.H.E Indonesia Forum :: S.H.E :: S.H.E News-
Jump to: